10 Jenis Scaffolding yang Sering Digunakan dalam Proyek

Jenis Scaffolding yang Sering Digunakan – Pernah nggak sih, kamu lagi jalan di sekitar proyek konstruksi terus lihat rangka-rangka besi tinggi yang dipakai para pekerja buat naik-turun atau naruh alat-alat berat? Nah, itu yang namanya scaffolding alias perancah. Di dunia konstruksi, scaffolding itu ibarat “teman setia” yang selalu ada buat bantu para pekerja tetap aman dan efisien. Tapi, kamu tahu nggak kalau sebenarnya ada banyak jenis scaffolding yang beda-beda fungsinya?
Di Indonesia, ada setidaknya 10 jenis scaffolding yang sering banget digunakan buat berbagai proyek konstruksi. Mulai dari yang simpel sampai yang super kokoh, semuanya punya peran penting yang nggak bisa digantikan. Makanya, kalau kamu lagi terjun di dunia konstruksi atau sekadar penasaran, wajib banget nih tahu jenis-jenisnya supaya makin paham dan nggak salah pilih kalau butuh.
Jadi, apa aja sih 10 jenis scaffolding yang sering digunakan itu? Yuk, baca terus artikel ini sampai habis, karena siapa tahu kamu bisa nemuin informasi yang selama ini kamu cari-cari atau bahkan belajar sesuatu yang baru!
Jenis Scaffolding yang Sering Digunakan dalam Proyek
Scaffolding atau perancah adalah bagian penting dalam sebuah proyek konstruksi, guys. Kalau kamu lagi ngerjain proyek yang melibatkan bangunan tinggi atau butuh akses sementara buat pekerja dan material, scaffolding pasti jadi solusinya. Di Indonesia, ada setidaknya sepuluh jenis scaffolding yang sering banget digunakan. Yuk, kita bahas satu-satu!
Pengertian Scaffolding
Sebelum kita ngomongin jenis-jenisnya, kamu perlu tahu dulu nih apa itu scaffolding. Jadi, scaffolding itu struktur sementara yang dipakai buat menopang pekerja atau material saat proses konstruksi. Biasanya, bahan pembuat scaffolding ini kuat-kuat, kayak besi, logam, atau bahkan bambu, tergantung kebutuhan dan lokasi proyek kamu. Penting juga buat pakai jasa scaffolder biar semuanya aman dan sesuai spesifikasi.
Jenis-Jenis Scaffolding
Nah, berikut ini adalah sepuluh jenis scaffolding yang sering digunakan dalam proyek konstruksi:
1. Scaffolding Andang
Scaffolding ini sering digunakan buat kerjaan di ketinggian 2,5 sampai 3 meter. Kalau proyek kamu lebih tinggi dari itu, mending pilih jenis lain. Scaffolding andang ada beberapa tipe, seperti andang bambu, andang kayu, dan andang besi. Ini pilihan yang cocok banget kalau kamu cari yang sederhana dan ekonomis.
2. Perancah Frame
Frame scaffolding ini bentuknya rangkaian pipa besi yang disusun jadi tiang-tiang penyangga. Jenis ini bisa mencapai tinggi lebih dari 10 meter, loh. Keunggulannya, gampang banget buat dipasang dan dibongkar. Plus, bisa juga jadi tempat naruh material. Jadi, lebih efisien buat proyek dengan tinggi bangunan lebih dari 3 meter.
3. Tube and Coupler Scaffold
Kalau butuh yang fleksibel, coba pakai jenis ini. Scaffolding ini terdiri dari pipa-pipa yang dihubungkan pakai clamps dan baut khusus. Kamu bisa atur sudut dan tinggi scaffolding sesuai kebutuhan proyek. Scaffolding ini juga kuat banget buat proyek besar.
4. Mobile Scaffolding
Mobile scaffold alias scaffolding beroda ini praktis banget, apalagi buat proyek indoor atau outdoor yang sering pindah-pindah tempat. Bahannya biasanya dari pipa galvanis yang ringan tapi kuat. Cocok buat kerjaan kayak pengecatan atau pemasangan instalasi.
5. Perancah Kayu
Selain besi, ada juga scaffolding yang terbuat dari kayu atau bambu. Biasanya dipakai di proyek kecil atau di daerah pedesaan. Meski murah, sayangnya jenis ini nggak bisa dipakai ulang kayak scaffolding besi.
6. Perancah Besi Tanpa Roda
Kalau kamu nggak butuh scaffolding yang bisa dipindah-pindah, pilih yang satu ini. Scaffolding ini punya komponen seperti kaki pipa, kusen, dan papan panggung. Jenis ini stabil banget buat proyek yang butuh ketinggian tetap.
7. Perancah Menggantung
Jenis ini cocok banget buat kerjaan di langit-langit atau pemasangan plat beton. Cara pakainya, scaffolding digantung pakai tali sling atau rantai kuat di tumpuan tertentu. Tapi, kamu harus pastikan semuanya terpasang dengan aman ya.
8. Perancah Tiang
Kalau proyek kamu di ketinggian antara 3 sampai 10 meter, perancah tiang bisa jadi pilihan. Bahannya bisa dari besi, bambu, atau kombinasi keduanya. Cocok buat proyek yang butuh stabilitas tinggi.
9. Scaffolding Dolken
Scaffolding ini terbuat dari kayu bulat atau dolken dengan diameter 6–10 cm. Meski sederhana, jenis ini sering digunakan di proyek lokal yang nggak terlalu besar.
10. Birdcage Scaffolding
Kalau proyek kamu luas, birdcage scaffolding bisa jadi pilihan. Bentuknya kayak kerangka besar yang mengelilingi area kerja. Biasanya dipakai buat gedung pencakar langit atau proyek besar lainnya. Keunggulannya, banyak pekerja bisa kerja bareng di satu lokasi.
Penutup
Oke, guys, itu dia pembahasan soal 110 Jenis Scaffolding yang Sering Digunakan dalam Proyek! Jadi, dari berbagai jenis scaffolding tadi, kira-kira kamu udah tahu belum mana yang cocok buat proyek kamu? Kalau masih bingung atau pengen tahu lebih detail soal kelebihan dan kekurangannya, jangan ragu buat cari info tambahan atau diskusi bareng tim proyek, ya.
Oh iya, kalau kamu punya pengalaman seru atau tips unik tentang penggunaan scaffolding, share di kolom komentar, dong! Siapa tahu, cerita kamu bisa jadi inspirasi buat yang lain. Jangan lupa terus pantengin artikel di sini buat info konstruksi lainnya, karena siapa tahu, next-nya kita bahas alat konstruksi yang nggak kalah penting! – Oruma.id